Wikipedia

Search results

Ingin Mahir MS Excel silahkan klik gambar berikut ini

Mahir Microsoft Excel 486x60

Dapatkan E-Book Motivasi

Ebook Motivasi 728x90

Sunday, March 6, 2016

LOWONGAN KERJA HONDA. CLOSING DATE 31 MARET 2016


 

POSISI :
Staf Legal
Memiliki Sarjana jurusan Hukum (sebaiknya Hukum Bisnis)
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Pria
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Memiliki pengalaman minimal 1 tahun di bidang yang sama
Lebih disukai mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Online Public Relation Staff
Memiliki gelar Sarjana Komunikasi, Humas, Multimedia
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Penampilan komunikatif dan menarik
Mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik
Mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Memiliki pengetahuan tentang dunia otomotif
Lebih disukai berpengalaman dalam menangani kegiatan promosi online
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Sales - Field Operation Staff
Memiliki Sarjana jurusan Manajemen, Teknik Industri
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Dinamis, kreatif, dan komunikatif
Memiliki pengetahuan tentang industri otomotif
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Sales - Logistic Staff
Memiliki jurusan gelar Sarjana Teknik Industri
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Pria
calon fresh graduate mendorong untuk menerapkan
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Penguasaan Microsoft Office, terutama Microsoft Excel
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Part Strategy Staff
Memiliki Sarjana jurusan Teknik, Manajemen, Administrasi Bisnis
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Pria
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Penampilan komunikatif dan menarik
Kemampuan untuk melakukan presentasi yang baik dan menarik
Mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Memiliki pengetahuan tentang industri otomotif
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Part Support Desk Staff
Memiliki jurusan sarjana Manajemen, Administrasi Perkantoran
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Fresh Graduate mendorong untuk menerapkan
Penguasaan Microsoft Office (terutama Excel)
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Dealer Skill Development Staff
Memiliki gelar Sarjana Komunikasi, Manajemen, Teknik
Pria
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Penampilan komunikatif dan menarik
Mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik
Mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Memiliki pengetahuan tentang dunia otomotif
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Product Planning
Memiliki jurusan gelar Sarjana Teknik Industri
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Pria
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Komunikatif dan menarik
Kemampuan untuk melakukan presentasi yang baik dan menarik
Mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Memiliki pengetahuan tentang industri otomotif
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Service - Technical Staff
Memiliki jurusan gelar Sarjana Teknik Teknik
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Komunikatif dan menarik
Kemampuan untuk melakukan presentasi yang baik dan menarik
Memiliki pengetahuan tentang industri otomotif
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Service Warranty and PDI Staff
Memiliki jurusan sarjana di Teknik Mesin, Teknik Elektro
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Pria
Fresh graduate yang mendorong untuk menerapkan
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Dealer Service Skill Development Staff
Memiliki Sarjana jurusan Teknik Mesin, Teknik Otomotif
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik
Komunikatif dan menarik
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Public Relation Staff
Memiliki Sarjana jurusan Komunikasi, Humas, Jurnalisme
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Komunikatif dan menarik
Mampu melakukan presentasi yang baik dan menarik
Mampu mengendarai mobil dan memiliki SIM A
Memiliki pengetahuan tentang industri otomotif
Diutamakan memiliki pengalaman menulis artikel untuk media / publikasi umum, dan telah terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan media
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara

Staf IT
Memiliki Sarjana jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Bersedia ditempatkan di Sunter / Karawang

Budget Staff
Pria
Memiliki Asosiasi / Sarjana jurusan Akuntansi, Manajemen, Perpajakan
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Fresh graduate yang mendorong untuk menerapkan
Diutamakan memiliki SIM A
Penguasaan Microsoft Office (terutama Excel)
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara atau Karawang, Jawa Barat

Taxation Staff
Memiliki Sarjana jurusan Akuntansi, Akuntansi Fiskal
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Memiliki kemampuan analisa yang baik
Diutamakan memiliki Brevet A dan Brevet B sertifikat
Bersedia ditempatkan di Sunter, Jakarta Utara atau Karawang, Jawa Barat

Translator
Wanita
Memiliki Asosiasi / Sarjana jurusan Japanesse
berusia maksimal 27 tahun
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00
Fresh graduate yang mendorong untuk menerapkan
Komunikatif, sebaiknya telah lulus dalam N-3
Memiliki keterampilan presentasi yang baik
Lebih disukai pernah bekerja / tinggal di Jepang
Bersedia ditempatkan di Karawang, Jawa Barat

Kirimkan berkas lamaran Anda secara lengkap ke email kami : hrd@hpm.co.id (maks. 3Mb).
Tenggat waktu pengiriman lamaran : 31 Maret 2016
Supaya Anda lebih percaya lagi silahkan buka http://www.honda-indonesia.com/corporate/career

Saturday, March 5, 2016

LOWONGAN KERJA TERBARU BPJS KETENAGAKERJAAN

SOURCE : https://cs.bpjsketenagakerjaan.go.id/
REKRUTMEN BPJS KETENAGAKERJAAN

Terbuka untuk semua jurusan jadi gak usah risau ya :D

Posisi : Customer Service Officer

Tugas dan Tanggung Jawab
1. Memberikan pelayanan kepada peserta maupun calon peserta sesuai kebutuhan
2. Menangani keluhan peserta sesuai ketentuan, guna memenuhi kebutuhan dengan tepat sasaran dan tepat waktu
3. Menjaga kepuasan peserta sesuai standar yang ditetapkan
Persyaratan
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Berpenampilan menarik
3. Tinggi badan untuk Wanita minimal 155 cm dan untuk Pria minimal 165 cm dengan berat badan ideal dan postur tubuh proporsional
4. Sehat jasmani dan rohani
5. Pendidikan minimal D3 seluruh jurusan
6. Berasal dari program studi yang terakreditasi minimal B
7. IPK minimal 2.50 (skala 4.00)
8. Usia :
-  Untuk S1: Belum berulang tahun yang ke 27 pada tanggal 31 Desember 2016
-  Untuk D3: Belum berulang tahun yang ke 25 pada tanggal 31 Desember 2016
9. Belum menikah
10. Bukan merupakan Anak (kandung dan tiri) dan Saudara (kandung, tiri, dan ipar) dari Karyawan Aktif BPJS Ketenagakerjaan
11. Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik
12. Memiliki ketelitian dan administrasi dokumen yang baik
13. Mahir dalam mengoperasikan aplikasi komputer terutama MS Office dan MS Excel
14. Mampu berbahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan)
15. Pengalaman kerja pada job title sejenis merupakan nilai tambah
16. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan
17. Bersedia menjalani ikatan kerja selama 2 tahun masa kerja pertama
18. Bersedia tidak menikah selama 1 tahun pertama masa ikatan kerja


 untuk lebih lengkapnya silahkan klik https://cs.bpjsketenagakerjaan.go.id/rekrutmen/detail.bpjs/MjAwMHx8Q1NPfHwxfHxDVVNUT01FUiBTRVJWSUNFIE9GRklDRVJ8fDA1LTAzLTIwMTZ8fDEyLTAzLTIwMTZ8fDE3LTAzLTIwMTZ8fFk%3D

atau buka situs ini https://cs.bpjsketenagakerjaan.go.id/
















Wednesday, October 14, 2015

HASIL KUALIFIKASI PIALA EURO PRANCIS 2016

Ada 20 negara yang sudah memastikan tiket ke Euro Prancis 2016.Tuan rumah Prancis lolos otomatis. Berikut daftarnya diurut berdasarkan grup dan urutan di klasemen masing-masing

 

Grup A
 Islandia (Juara Grup)
Rep. Ceko (Runner Up)
Turki (Urutan terbaik ketiga)

Grup B
Belgia (Juara Grup)
Wales (Runner Up)
Bosnia-Herzegovina (Play-Off)

Grup C
Spanyol (Juara Grup)
Slovakia (Runner Up)
Ukraina (Play-Off)

Grup D
Jerman (Juara Grup)
Polandia (Runner Up)
Republik Irlandia (Play-Off)

Grup E
 Inggris (Juara Grup)
Swiss (Runner Up)
Slovenia (Play-Off)

Grup F
Irlandia Utara (Juara Grup)
Rumania (Runner Up)
Hungaria (Play-Off)

Grup G
Austria (Juara Grup)
Rusia (Runner Up)
Swedia (Play-Off)

Grup H
Italia (Juara Grup)
 Kroasia (Runner Up)
Norwegia (Play-Off)

Grup I
Portugal (Juara Grup)
Albania (Runner Up) 
Denmark (Play-Off)

Para negara debutan di Piala Euro :
Albania, Irlandia Utara, Slovakia dan Wales 

 

Friday, April 3, 2015

NAMA-NAMA KARAKTER MEMES, COMICS, TROLLS AND RAGE

Pasti banyak dari kalian yang menyukai meme, hayoo ngakuu :v. Pasti kalian belum tau nama-nama karakter meme. Saya juga sebenarnya tidak tau :v
Silahkan lihat berikut ini siapa tau benarr



1. Yaoming
2.Troll
3. Meme Sereal

4. LOL
5. Herp


6. Why Expression


7. Derp and Derpina



8. Forever Alone




9. You Know What I Mean

10. Genius

11. Crying Meme

12. You Don't Say

13. Fuuuu


itu dulu ya vroh :v

Thursday, April 2, 2015

Thursday, May 1, 2014

Sebuah Kisah dan Tragedi: Tenggelamnya Nilai-Nilai Tradisi Lisan Bugis



Pada era sekarang ini muncul berbagai macam bentuk penyimpangan seperti pembunuhan, pencurian, perampokan, pemerkosaan, pengroyokan, narkoba, seks bebas, korupsi dan lain-lain. Fenomena itu mungkin sudah biasa dimata publik namun sedikit yang menyadari apa yang hilang dalam diri masyarakat.
Peradaban suku bugis masa lalu sangat kental dengan taradisi lisan yang berisi nasehat-nasehat yang sangat dihormati keberadaanya pada jaman itu. Secara subjektif memang orang-orang dulu bisa dikatakan ketinggalan jaman dengan berpatokan terhadap perkembangan jaman namun tak bisa dipungkiri makna tradisi lisan mereka tak akan pernah ketinggalan jaman jika mampu direkonstruksi dari waktu kewaktu
Disekolah-sekolah sudah sangat jarang diajarkan tradisi-tradisi tersebut. Mata pelajaran muatan lokal seharusnya dikembangkan keberadaannya sebagai ujung tombak pewarisan tradisi lisan kepada setiap generasi. Namun sungguh sangat ironis muatan lokal kadang hanya membahas bahasa daerah secara struktural saja seperti pengenalan huruf, struktur sintaksis dan semantiknya. Memang mempelajari bahasa secara struktural itu penting namun lebih penting lagi bagaimana bahasa tersebut dipelajari bagaimana kaitannya dengan kehidupan sosial.
Seyogyanya muatan lokal lebih diarahkan kepada pembelajaran tradisi lisan dari segi makna dan aplikasinya serta diajarkan minimal sampai jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.
Nasehat Para Leluhur
Di tanah bugis ada banyak nasehat dari para leluhur namun sudah sangat jarang dijumpai suara-suara nasehat tersebut. Kehidupan sekarang pun berbanding terbalik dengan nasehat tersebut. Melihat kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini yang paling hilang nilainya adalah lempu’ “Jujur”. Dengan banyaknya pejabat yang terlibat korupsi  membuat masyarakat ragu dengan kejujuran setiap orang. Mendekati Pemilu semestinya para caleg memperhatikan nilai-nilai kejujuran dalam dirinya.
Nasehat-nasehat lainnya yang ikut terdegradasi adalah nilai Sipakalebbi’ (saling menghargai), Sipakatau (saling menghormati sesama manusia)  dan Sipakainge’ (saling mengingatkan). Kecenderungan masyarakat hidup dengan sifat individualis membuat lupa untuk saling mengingatkan satu sama lain kearah yang lebih baik. Sudah berapa banyak orang yang terlibat narkoba, seks bebas, korupsi dan tindak kejahatan lainnya karena hilangnya sifat saling mengingatkan. Sudah berapa banyak tindakan pemerkosaan dan pembunuhan karena tidak rasa saling menghormati dan saling menghargai sesama manusia.
Kecendrungan sifat individualis juga menyebabkan nilai Mabbulo sibatang “bersatu layaknya serumpun bambu” ikut terdegradasi. Perkembangan teknologi seperti lahirnya alat komunikasi moderen dan munculnya berbagai game online mampu mendominasi dan mengalahkan nilai-nilai persatuan dan solidaritas terhadap sebagian kalangan remaja. Anak yang lahir dijaman sekarang langsung perhatiannya diarahkan terhadap perkembangan teknologi yang secara perlahan-lahan membuat individu lupa dengan dunia luar dan enggan bersosialisasi. Ini merupakan ancaman yang sangat serius terhadap generasi sekarang jika masyarakat tidak bahu-membahu dalam sipakainge’ “saling mengingatkan” satu-sama lain, karena menyerahkan tanggung jawab penuh terhadap pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini.
Dalam tradisi lisan bugis juga terdapat petuah yang berbunyi mali’ siparappe “hanyut saling mendamparkan”, rebba sipatokkong “rebah saling menegakkan” dan malilu sipakainge’ “lupa saling mengingatkan”. Makna dari semua itu adalah nasehat untuk menolong orang yang kondisinya dalam kesusahan baik dari segi materi dan jiwa. Namun angin segar masih berhembus dengan filosofi ini karena rasa tolong-menolong rakyat indonesia masih kental khususnya membantu korban bencana alam.
Konsep Siri’
            Rumpun Bugis-Makassar mempunyai satu tradisi lisan yang sangat terkenal namun sudah banyak dilanggar yaitu Siri’ “Malu”. Filosofi ini mempunyai makna yang sangat luas yaitu malu dalam melakukan semua hal yang tidak baik. Para pejabat yang korupsi termasuk orang-orang yang sudah kehilangan malunya, Begitupun dengan generasi cabe-cabean dan terong-terongan.
            Siri’ sangat perlu ditanamkan dalam diri setiap individu demi melahirkan generasi yang tidak meneruskan kebiasaan para pejabat sekarat yang satu persatu rontok ditangan KPK. Pergaulan anak mudah seperti tawuran, pergaulan bebas, seks bebas dan narkoba merupakan fenomena yang kehilangan Siri´ pada level yang sangat mengkhawatirkan. Tidak bisa dibayangkan bagaiman bisa ada remaja yang pede memamerkan adegan seksual didepan kamera dan tersebar diinternet. Tak bisa pula dibayangkan bagaimana bisa pejabat yang tertangkap KPK tertawa didepan kamera sambil melambaikan tangan. Dimana rasa malu mereka ?
            Yang paling ironis adalah banyaknya caleg yang kehilangan rasa malu dengan banyaknya pelanggaran pemasangan baliho politik yang marak terjadi diberbagai daerah. Semoga masyarakat bisa memberi penilaian terhadap caleg yang seperti itu.
Mari tanamkan nasehat para pendahulu karena sesungguhnya nasehat mereka tidak akan pernah ketinggalan jaman dan demi menjadikan bangsa lebih bermartabat.

Wednesday, March 12, 2014

Hilangnya Kekuatan Lontara Di Era Sekarang





Negara yang besar adalah negara yang memiliki identitas, negara yang besar adalah negara yang memelihara hasil peradabannya.
Lontara adalah salah satu hasil peradaban masa lalu rumpun bugis (suku bugis, suku makassar, suku mandar) dan telah menjadi identitas kejayaan masa lalu. Ada apa dengan Lontara di era sekarang ?
Bukan Sekedar Aksara
Rumpun Bugis merupakan salah satu didunia ini yang mempunyai aksara. Yang paling penting harus disadari bahwa lontara bukan sekedar abjad atau sebuah simbol fonetik dan fonologi dalam sebuah kata akan tetapi konstruksi moral yang luar biasa yang terkandung didalamnya. Nilai moral itulah yang gagal muncul dikehidupan masyarakat modern karena kegagalan mempertahankan lontara sebagai identitas rakyat Sulawesi Selatan pada umumnya. Adapun jaman sekarang yang mempertahankannya namun hanya segelintir orang. Rumpun tetangga (Tator) terkenal karena mempertahankan peradabannya, kenapa rumpun bugis tidak padahal lontara telah membentuk karya sastra terpanjang didunia yaitu Lagaligo
Generasi muda jaman sekarang kurang memahami apa itu sebenarnya lontara. Banyak kalangan memahami hanya sebatas abjad namun jarang yang memahami bahwa Aksara Lontara berfungsi sebagai abjad (simbol bunyi). Namun yang paling adalah berisi nasehat atau petuah-petuah yang bernilai moral tinggi. Disetiap abjad yang membentuk kata memiliki filosofi tersendiri dan dapat ditemukan dalam segelintir buku kajian lontara. Setiap kata yang terbentuk dikonstruksi oleh filosofi lontara. Fenomena inilah yang membuat kajian antropolingustik dari lontara sangat rumit, hal ini menandakan betapa tinggi filosofi moral dalam lontara. Jika dianalisis lebih dalam akan memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap perkembangan ilmu antropolinguistik modern.
Seiring perkembangan jaman semua yang ada dalam lontara akan hilang jika masyarakat tidak mampu merekonstruksinya kembali, kejayaan peradaban masa lalu akan hanya tinggal sebuah cerita kepada generasi selanjutnya.
Kekuatan Semiotika Lontara
            Dalam ilmu antropolinguistik jaman sekarang dikenal yang namanya teori Semiotik indeksikal yang dicetuskan oleh Michael Silverstein seorang ilmuawan dibidang Antropologi, Linguistik dan Psikologi di Universitas Chicago USA. Teori indeksikal ini adalah perkembangan teori semiotika Pierce (1940) yang membagi tanda dalam trikotomi kedua yakni icon, symbol dan index. Teori ini memandang bahasa sebagai teks dimana  ujaran berkaitan dengan suara-suara kelompok tertentuk dan suara-suara tersebut berkaian dengan posisi-posisi interaksional. Mengenai suara (voice) dapat dilihat pada teori dialogisme Bakhtin (1935)
            Apa hubungannya teori diatas dengan Lontara ? Perlu diketahui bahwa teori diatas membangun kekuatan sosial (social power) dalam kehidupan sosial. Posisi lontara ada pada konsep suara (voice) dimana lontara merupakan kumpulan suara-suara keraifan lokal yang bermoral tinggi yang direkonstruksi kekuatannya oleh teori semiotika baik index maupun indeksikalitas kedalam berkomunikasi. Hal masih jarang ditemukan analisisnya baik dari segi linguistik maupun sosial budayanya.
            Kekuatan sosial lontara terletak pada nilai moral termasuk salah satunya yang terkenal adalah ajakan untuk tolong menolong. Ada satu jalan yang mudah untuk merekonstruksi lontara yakni lewat ujaran dalam berkomunikasi berbasis indeksikal. Setiap ujaran yang berkaitan dengan teks-teks lontara akan membuat ujaran memiliki kekuatan sosial. Kekuatan ini dibangun oleh proses indeksikalisasi dalam berbahasa.
Mengatakan mali’ siparappe, rebba sipatokkong, sipakalebbi’, sipakainge, sipakatau dalam sebuah pidato dan ujaran akan menimbulkan efek sosial kepada siapa yang mendengarnya. Kata-kata ini merupa teks lontara yang tertulis dalam akasara lontara. Ujaran ini pula mengindeks ke nilai moral lontara, suara kearifan lokal dan membentuk relasi intertekstual antara ujaran dengan teks lontara. Proses indeks ini yang menimbulkan efek sosial kepada pendengarnya seperti efek rasa kagum, kepercayaan, inspirasi, rasa hormat dan lain-lain. Pada tingkat partisipan atau pemakai bahasa ujaran ini mengindeks kepada siapa yang mengucapkannya sehingga nilai lontara ikut membuat kepribadian sesorang menjadi kuat.
Ditingkat struktural, setiap kata yang ditulis dalam aksara lontara dikonstruksi banyak filosofi karena setiap aksara yang membentuk kata merupakan symbol yang mewakili masing-masing satu filosofi. Filosofi-filosofi tersebut dapat ditemukan diberbagai buku kajian lontara.
Meskipun sudah banyak yang mengkaji lontara secara struktural namun itu takkan pernah cukup untuk memahami makna lontara itu sendiri. Sudah saatnya lontara diajarkan pada tingkat filosofi dan praktik.
Penulis     : Masdar
Pekerjaan : Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
                   Konsentrasi Linguistik
                   Fakultas Ilmu Budaya
                   Universitas Hasanuddin
No. HP : 085255380592




Friday, January 3, 2014

Pembagian Grup ISL 2014

Berikut Pembagian Grup ISL 2014

Wilayah Barat
Arema Indonesia
Gresik United
Persija Jakarta
Semen Padang
Sriwijaya FC
Persita Tangerang
Persik Kediri
Persijap Jepara
Persib Bandung
Pelita Bandung Raya
Barito Putera

Wilayah Timur
Persipura Jayapura
Perseru Serui
Mitra Kukar
Persisam Samarinda
PSM Makassar
Persiram Raja Ampat
Persiba Bantul
Persela Lamongan
Persepam Madura
Persebaya Surabaya
Persiba Balikpapan

Tuesday, December 10, 2013

Bahasa Sebagai Teks-konteks



FINAL EXAM ANTHROPHOLINGUISTIC
Nama : Masdar          NIM : F21110305

1.      Kebudayaan sebagai komunikasi berdasarkan pendekatan indeksikalitas dan metapragmatik.
Jawaban :
Kebudayaan sebagai komunikasi  berdasarkan teori indeksikalitas disebut sebagai teori terbaru yang dikembangkan oleh Silverstein dari teori Pierce. Menurut pandangan ini ada delapan gaya komunikatif budaya, tidak hanya mewakili aspek realitas tetapi juga menghubungkan individu, kelompok, situasi, dan objek individu lain, kelompok, situasi dan benda, atau lebih umum ke konteks lain (Duranti, 1997:37). Dalam pandangan ini bearti (pesan, tindakan, situasi) dimungkinkan tidak hanya melalui hubungan konvensional antara tanda dan isinya – misalnya kata meja berarti jenis tertentu dari obyek material di mana orang-orang duduk dan melaksanakan tugas-tugas tertentu - tetapi juga koneksi melalui tanda - diaktifkan antara aspek-aspek tertentu dari yang sedang berlangsung situasi dan aspek situasi lain .
Komunikasi bukan hanya penggunaan simbol-simbol yang " standing for " keyakinan , perasaan , identitas , peristiwa , juga merupakan cara menunjuk ke , mengandaikan atau membawa ke dalam keyakinan konteks kekinian , perasaan , identitas , peristiwa . Ini adalah apa yang kadang-kadang disebut makna indexical tanda-tanda .
Jenis makna bukan hanya mencakup deiksis seperti disini, disana, aku, kamu, sekarang, kemarin dan lain-lain tetapi makna sesungguhnya diketahui jika konteksnya juga diketahui. Misalnya kata saya makna baru diketahui jika yang mengucapkan sudah diketahui. Dalam kerangka ini bahasa melalui indeksikalnya menggunakan unsur-unsurnya, memberikan teori tindakan manusia yang disebut metapragmatik Silverstein dalam (Duranti, 1997:38).
Manifestasi budaya sebagai komunikasi menurut Geertz adalah manusia menciptakan budaya dan menginterpretasikan secara simbolik.
(Sumber bacaan : Duranti, Alexandro 1997, Linguistic Anthrophology pag. 36,37 and 38)

2.      Perbedaan teori semiologi Saussure dan teori semiotik Peirce

Jawaban :
Menurut Saussure dibedakan antara bahasa dan tuturan. Bahasa berada pada tingkat langue sedangkan tuturan berada pada tingkat parole. Bagi Saussure la langue atau bahasa “is a system in which all elements fit together, and in which the value of any one defends on the simultaneous coexistence of all the others” Saussure dalam (Sandarupa, 2013:4).
Ketika bahasa masih dalam pikiran atau abstrak maka disebut langue (bahasa), sedangkan ketika bahasa tersebut dituturkan maka tuturan itulah disebut parole dan disebut juga eksekusi dari bahasa. Bagi Saussure sistem tanda terbagi atas dua yaitu petanda (signified) dan penanda (signifier). Segala tuturan seperti contoh balcony menjadi petanda yang terhubungkan dengan obyeknya yang disebut image accoustique atau penanda (signifier). Sehingga dikatakan bahwa tanda memediasikan antara dua subtansi karena itu ia merupakan forma yang satu sisinya menghadap konsep yang disebut signified dan lainnya menghadap image acoustique yang disebut signifier, Saussure dalam (Sandarupa, 2013:4). Namun tanda pada teori Saussure tidak berkembang dan segala ujaran sifatnya homogen.
Berbeda dengan Saussure menurut Pierce, “sebuah tanda, atau representamen, adalah sesuatu yang menunjuk pada seorang untuk sesuatu dari beberapa sudut atau kapasitasn. Ia menyapa seseorang, yaitu menciptakan dalam orang itu tanda yang sama, atau sesuatu tanda yang lebih berkembang. Tanda yang ia ciptakan itu saya sebut interpretant dari tanda pertama. Tanda menunjuk pada sesuatu, objeknya. Ia menunjuk objek itu, bukan dalam semua segi, melainkan dalam kaitannya dengan semacam ide, yang kadang-kadang saya sebut dasar representamen. Pierce dalam (Sandarupa, 2013:15).
Bagi pierce tanda diproduksi oleh representamen dan diterimah oleh interpretan dalam bentuk tanda yang sama dan diinterpretasi melalui ground (idea) lalu menunjuk ke objek. Seorang interpretan berkaitan dengan pemahaman menurut Pierce, berbeda dengan Saussure yang memandang sisi produksi dan resepsi ujaran sebagai sesuatu yang homogen,  sedangkan menurut Pierce  itu sesuatu yang aktif dan tanda yang diterimah adalah sama namun bisa saja menjadi tanda yang berkembang.
Pierce dalam (Sandarupa, 2013:16) juga membagi tanda kedam tiga trikotomi. Pertama adalah tanda dalam dirinya sendiri dan dibagi kedalam qualisign, sinsign dan legisign. Trikotomi kedua membagi tanda kedalam ikon, indeks dan simbol. Terakhir, trikotomi ketiga membagi tanda kedalam rema, decisign dan argumen.

(Referensi : Pidato Calon Guru Besar November 2013 hal. 4, 15 dan 16)



3.      (nomor 5) Kesadaran metabahasa kaitannya dengan teks-konteks

Jawaban :
Teori antropologi linguistik sekarang ini memandang bahasa sebagai teks. Budaya dijelaskan sebagai konteks sedangkan bahasa dijelaskan sebagai teks. Dari teori itulah lahir analisis bahasa dalam teks-konteks. Bahasa  memang tidak bisah dipisahkan dengan konteksnya karena apabila konteks terpisah dari teksnya maka bagaikan jasad tanpa roh sehingga dalam penggunaannya akan melahirkan kebohongan seperti para politisi yang berjanji tidak akan korupsi dan ternyata korupsi juga.
Adanya konteks yang tak pernah lepas dari teks atau kesesuaian teks-konteks adalah bentuk dari kesadaran metabahasa. Dalam tulisan Stanislaus Sandarupa yang berjudul The voice of  Child : Construction a Moral Society Through Retteng Poetic Performance In Toraja, Sulawesi, Indonesia digambarkan kesadaran  metabahasa melalui kata kerja tabe ‘forgive’, siman ‘pardon’, (baris 1) sebagai ekspresi minta maaf dan dibaris 4-7 terdapat kata kerja umbatting ‘lament’, ma’rio-rio ‘mourn’, kua ‘say’, o’ton ‘press down’, untule ‘tell again. Semua kata kerja tersebut termasuk dalam kata kerja mengatakan (verbum discendi) yang kesemuanya mengekspresikan ungkapan duka cita karena kematian.
Kesadaran metabahasa bisa merubah sesuatu menjadi kekal seperti apa yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta dalam memproklamasikan kemerdekaan indonesia, dan alhasil sampai sekarang kemerdekaan itu tetap kita nikmati (Kompas, 04/12/2013). Kekuatan kata proklamasi dalam menyatakan kemerdekaan betul-betul konteksnya kita merdeka dari penjajahan, namun konteks kemerdekaan tersebut nampaknya mulai dikhianati. Selain itu bersumpah pada sumpah pemuda juga mengubah bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan melalui kata kerja menjunjung (Kompas, 04/12/2013). Oleh karena itu untuk terus menyesuaikan kata menjunjung dengan konteks berbahasa satu maka marilah menjaga bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan.

( Bahan Bacaan : Pemerkosaan Kesadaran Metabahasa dan The Voice Of Child )